Balita Sering Jatuh Saat Berjalan, Normal atau Ada Gangguan Tumbuh Kembang?
Ayu
Editor & Kontributor
Banyak orang tua merasa cemas ketika anak balitanya sering jatuh saat berjalan. Baru beberapa langkah sudah tersandung, kehilangan keseimbangan, atau tiba-tiba terduduk sendiri.
Apalagi kalau melihat anak lain seusianya terlihat lebih stabil dan aktif berlari ke sana kemari.
Karena itu tidak sedikit orang tua mulai bertanya-tanya, sebenarnya kondisi seperti ini masih normal atau perlu diperiksa lebih lanjut?
Balita Memang Masih Belajar Menjaga Keseimbangan
Pada masa awal belajar berjalan, tubuh anak sebenarnya masih terus beradaptasi.
Otot kaki, koordinasi tubuh, dan keseimbangan mereka belum sekuat anak yang lebih besar.
Karena itu wajar kalau balita:
- mudah tersandung
- berjalan masih goyah
- sering terduduk tiba-tiba
- jatuh saat berbelok atau berlari
Semua itu biasanya termasuk bagian dari proses belajar motorik.
Anak yang Aktif Justru Kadang Lebih Sering Jatuh
Lucunya, balita yang sangat aktif kadang malah lebih sering jatuh.
Bukan karena ada masalah serius, tetapi karena mereka sedang sangat penasaran dengan lingkungan sekitar.
Mereka ingin mencoba:
- berlari lebih cepat
- naik turun sendiri
- melompat
- mengejar sesuatu
Sementara kemampuan tubuhnya belum sepenuhnya stabil.
Perhatikan Cara Anak Berjalan
Walaupun sering jatuh bisa normal, orang tua biasanya tetap perlu memperhatikan pola jalannya.
Misalnya apakah anak:
- selalu jatuh ke sisi yang sama
- berjalan jinjit terus menerus
- terlihat kesakitan saat berjalan
- salah satu kaki tampak berbeda
Karena beberapa kondisi tertentu memang bisa memengaruhi keseimbangan anak.
Lantai dan Lingkungan Rumah Juga Berpengaruh
Kadang penyebab anak sering jatuh ternyata bukan dari tubuhnya, tetapi lingkungan sekitar.
Misalnya:
- lantai licin
- mainan berserakan
- kaus kaki terlalu licin
- sepatu yang kurang pas
Hal sederhana seperti itu ternyata cukup sering membuat balita kehilangan keseimbangan.
Kapan Orang Tua Perlu Mulai Waspada?
Biasanya orang tua mulai disarankan berkonsultasi jika anak:
- belum bisa berjalan di usia tertentu
- sangat sering jatuh tanpa perkembangan
- terlihat lemah pada salah satu kaki
- kehilangan kemampuan berjalan yang sebelumnya sudah ada
- tidak aktif seperti biasanya
Karena pemantauan lebih awal biasanya membantu mengetahui apakah tumbuh kembang anak berjalan sesuai usianya atau tidak.
Orang Tua Sering Terlalu Takut Anak Jatuh
Banyak orang tua refleks langsung panik setiap kali anak jatuh kecil saat belajar berjalan.
Padahal jatuh ringan sebenarnya cukup umum terjadi pada fase ini.
Selama anak masih aktif kembali, tidak tampak kesakitan serius, dan perkembangannya terus berjalan, biasanya proses belajar motorik memang membutuhkan waktu.
Balita Belajar dari Proses Mencoba
Anak kecil sebenarnya belajar banyak dari pengalaman mencoba sendiri, termasuk saat menjaga keseimbangan tubuhnya.
Karena itu yang sering membantu justru bukan membuat anak takut bergerak, tetapi menciptakan lingkungan yang aman sambil tetap memberi kesempatan mereka belajar mandiri sedikit demi sedikit.