Balita Sering Menggigit Teman atau Orang Tuanya, Normal atau Tanda Ada Masalah?
Ayu
Editor & Kontributor
Banyak orang tua kaget ketika anak balitanya tiba-tiba menggigit. Kadang menggigit tangan ibu sendiri, kadang teman bermain, bahkan ada yang menggigit saat sedang bercanda.
Situasi seperti ini sering membuat orang tua malu sekaligus bingung.
Ada yang langsung takut anaknya menjadi agresif, ada juga yang khawatir perilaku itu menandakan gangguan tertentu.
Padahal pada usia balita, kebiasaan menggigit sebenarnya termasuk hal yang cukup sering terjadi.
Balita Belum Bisa Mengelola Emosi dengan Baik
Pada usia balita, kemampuan anak untuk mengontrol emosi memang masih berkembang.
Saat marah, kesal, kecewa, atau terlalu bersemangat, mereka kadang belum tahu cara mengekspresikan perasaan dengan tepat.
Akhirnya sebagian anak menunjukkan respons fisik seperti:
- menggigit
- memukul
- mendorong
- melempar barang
Karena itu perilaku menggigit pada balita tidak selalu berarti anak nakal atau bermasalah.
Ada Anak yang Menggigit karena Tumbuh Gigi
Pada beberapa anak, menggigit juga bisa dipicu rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi.
Gusi terasa gatal dan membuat anak ingin menggigit benda di sekitarnya.
Kadang kebiasaan itu terbawa saat bermain atau ketika sedang emosional.
Biasanya Terjadi Saat Berebut atau Frustrasi
Banyak kejadian menggigit terjadi ketika balita:
- berebut mainan
- tidak dituruti keinginannya
- kesulitan menyampaikan sesuatu
- terlalu ramai atau lelah
Karena kemampuan bahasa mereka belum matang, emosi sering keluar lewat tindakan spontan.
Reaksi Orang Tua Sangat Berpengaruh
Saat anak menggigit, banyak orang tua refleks langsung berteriak atau memarahi dengan keras.
Padahal reaksi yang terlalu besar kadang justru membuat anak semakin bingung atau malah mengulang perilaku tersebut untuk mencari perhatian.
Biasanya anak lebih mudah belajar ketika orang tua tetap tegas tetapi tidak terlalu emosional.
Misalnya dengan memberi tahu singkat bahwa menggigit bisa menyakiti orang lain.
Kapan Masih Dianggap Wajar?
Pada usia balita awal, perilaku menggigit masih cukup umum terjadi sesekali.
Terutama jika muncul pada situasi tertentu seperti marah atau frustrasi.
Namun orang tua biasanya mulai perlu memperhatikan lebih lanjut jika:
- anak sangat sering menggigit
- terlihat menikmati menyakiti orang lain
- disertai kesulitan komunikasi yang berat
- perilaku semakin agresif seiring bertambah usia
- Balita Masih Sedang Belajar Sosial
Pada usia kecil, anak sebenarnya masih belajar memahami perasaan orang lain dan bagaimana berinteraksi dengan benar.
Karena itu perilaku impulsif memang masih cukup sering muncul.
Pelan-pelan, biasanya anak mulai belajar bahwa ada cara lain untuk menunjukkan rasa marah atau kecewa selain menggigit.
Yang Penting Bukan Hanya Melarang
Selain menghentikan perilakunya, orang tua biasanya juga perlu membantu anak mengenali emosinya.
Misalnya mengajarkan kalimat sederhana ketika marah atau kecewa.
Karena pada akhirnya, kemampuan mengelola emosi memang berkembang sedikit demi sedikit seiring pertumbuhan anak.