Cara Membedakan BAB Balita Normal dan Diare dari Tekstur Fesesnya
Ayu
Editor & Kontributor
Salah satu hal yang paling sering membuat orang tua khawatir adalah ketika anak tiba-tiba BAB lebih sering dari biasanya. Apalagi kalau teksturnya berubah jadi lebih cair atau warnanya terlihat berbeda.
Banyak yang langsung takut anak diare. Padahal tidak semua BAB lembek berarti diare.
Pada balita, bentuk dan tekstur feses memang bisa berubah tergantung makanan, susu, kondisi tubuh, sampai aktivitas sehari-hari.
Karena itu, orang tua biasanya perlu melihat kondisi anak secara keseluruhan, bukan hanya sekali melihat popok atau isi toilet.
Feses Balita Normal Tidak Selalu Padat
Banyak orang mengira BAB normal harus selalu padat sempurna. Padahal pada balita, tekstur feses bisa lebih lembek dibanding orang dewasa.
Terutama jika anak:
- banyak minum susu
- baru makan buah tertentu
- banyak minum cairan
- sedang tumbuh gigi
Selama anak masih aktif, mau makan, dan tidak tampak lemas, BAB yang sedikit lembek biasanya belum tentu diare.
Ciri Feses yang Mulai Mengarah ke Diare
Diare biasanya bukan hanya soal tekstur yang cair, tapi juga perubahan frekuensi BAB yang jauh lebih sering dari biasanya.
Pada balita, tanda yang sering terlihat misalnya:
- BAB sangat cair seperti air
- frekuensi BAB meningkat drastis
- anak tampak mulas atau tidak nyaman
- bau feses lebih menyengat
- anak jadi lebih lemas
Kadang diare juga disertai demam atau muntah.Perhatikan Perubahan yang Mendadak
Salah satu cara paling mudah membedakan diare atau tidak adalah melihat perubahan pola BAB anak dibanding biasanya.
Karena setiap anak punya pola yang berbeda.
Ada anak yang memang BAB dua kali sehari sejak kecil, ada juga yang sehari sekali.
Yang biasanya membuat orang tua perlu lebih waspada adalah ketika:
- BAB jadi sangat sering mendadak
- tekstur berubah sangat cair
- anak terlihat kesakitan
- nafsu makan turun drastis
Warna Feses Juga Bisa Berubah
Pada balita, warna BAB bisa dipengaruhi makanan yang dimakan.
Misalnya setelah makan:
- buah naga
- bayam
- wortel
- cokelat
warna feses kadang ikut berubah dan sering membuat orang tua panik sendiri.
Karena itu biasanya perubahan warna perlu dilihat bersamaan dengan kondisi anak secara umum.
Kapan Orang Tua Perlu Membawa Anak ke Dokter?
Walaupun diare ringan cukup sering terjadi pada balita, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.
Misalnya jika anak:
- sangat lemas
- tidak mau minum
- mulut terlihat kering
- BAB berdarah
- demam tinggi
- muntah terus menerus
Karena pada anak kecil, kekurangan cairan bisa terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa.
Orang Tua Biasanya Perlahan Mengenali Pola Anak
Semakin sering merawat anak, biasanya orang tua mulai lebih paham mana kondisi BAB yang masih normal dan mana yang mulai berbeda dari biasanya.
Kadang yang paling membantu justru bukan langsung panik, tetapi mengamati perubahan anak secara perlahan sambil memastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi.