Tanda-Tanda Autisme pada Balita yang Sering Baru Disadari Orang Tua
Setiap anak tumbuh dengan cara yang berbeda. Ada yang cepat bicara, ada yang lebih aktif bergerak, ada juga yang terlihat lebih tenang dibanding anak seusianya.
Karena itu banyak orang tua awalnya mengira semua perbedaan perkembangan masih termasuk normal.
Namun pada beberapa kondisi, ada tanda-tanda tertentu yang mulai membuat orang tua merasa ada sesuatu yang berbeda pada anaknya.
Biasanya bukan karena satu hal besar, tetapi kumpulan kebiasaan kecil yang terus terlihat berulang.Autisme Tidak Selalu Langsung Terlihat Jelas
Banyak orang tua mengira tanda autisme selalu terlihat sangat mencolok sejak bayi. Padahal pada sebagian anak, tanda awalnya justru terlihat halus dan perlahan.
Kadang baru mulai terasa ketika anak memasuki usia balita dan perkembangan sosial atau komunikasinya terlihat berbeda dibanding anak lain seusianya.
Karena itu cukup banyak orang tua yang baru mulai menyadari setelah melihat pola tertentu terus berulang.
Anak Jarang Merespons Saat Dipanggil
Salah satu tanda yang cukup sering diperhatikan orang tua adalah ketika anak tampak tidak merespons saat namanya dipanggil.
Padahal pendengarannya sebenarnya normal.
Misalnya:
- asyik sendiri saat bermain
- tidak menoleh ketika dipanggil
- lebih fokus pada benda tertentu
- terlihat seperti berada di dunianya sendiri
Tentu kondisi seperti ini tidak otomatis berarti autisme, tetapi sering menjadi salah satu hal yang mulai diamati orang tua.
Keterlambatan Bicara atau Komunikasi
Beberapa anak memang memiliki perkembangan bicara yang berbeda-beda. Namun pada sebagian balita dengan autisme, kemampuan komunikasinya bisa terlihat tertinggal dibanding usia sebayanya.
Contohnya seperti:
- belum mengucapkan kata sederhana
- jarang menunjuk sesuatu yang diinginkan
- sulit melakukan kontak mata
- lebih sering menarik tangan orang tua dibanding bicara
Ada juga anak yang sebenarnya bisa menghafal kata atau lagu, tetapi kesulitan menggunakan komunikasi dua arah.
Memiliki Kebiasaan Berulang
Sebagian balita memiliki kebiasaan tertentu yang dilakukan berulang-ulang.
Misalnya:
- mengayunkan badan terus menerus
- menyusun benda dengan pola tertentu
- sangat fokus pada satu objek
- marah jika rutinitas berubah
Pada beberapa anak, perubahan kecil saja kadang bisa membuat mereka sangat tidak nyaman.
Lebih Sensitif terhadap Suara atau Sentuhan
Ada juga anak yang terlihat sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar.
Misalnya mudah menangis karena suara tertentu, tidak nyaman dengan tekstur pakaian, atau menutup telinga ketika mendengar suara ramai.
Sebaliknya, ada juga anak yang justru terlihat kurang merespons terhadap rasa sakit atau panggilan di sekitarnya.
Bukan untuk Menakut-Nakuti Orang Tua
Banyak orang tua langsung panik ketika membaca tentang tanda autisme di internet. Padahal beberapa perilaku di atas juga bisa muncul sementara pada fase tumbuh kembang tertentu.
Karena itu biasanya yang lebih penting adalah melihat pola secara keseluruhan dan bagaimana perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Deteksi Dini Bisa Membantu Anak Lebih Cepat Mendapat Pendampingan
Kalau orang tua merasa ada perkembangan anak yang cukup berbeda atau terus membuat khawatir, biasanya tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Bukan untuk langsung memberi label pada anak, tetapi untuk membantu memahami kebutuhan tumbuh kembangnya lebih awal.
Karena semakin cepat anak mendapatkan pendampingan yang tepat, biasanya semakin besar juga peluang membantu perkembangan komunikasinya dan kemampuan sosialnya.